Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

WAKTUNYA ANDA TAU HELICAK, PERPADUAN HELIKOPTER & BECAK

Gambar
HELICAK…HELICAK ..ONGKOSNYA BERAPA? Lirik lagu dari Ira Maya Sopha itu sangat akrab di teling saat saya bocah dulu. Kalau disuruh nyanyi sama om-om dan tante-tante, pasti saya bawakan lagu tersebut. Anehnya,  saya sendiri tidak memiliki bayangan seperti apa “mahluk” itu. Maklum saya tinggal di udik, hanya berteman katak dan burung-burung sawah. Menurut hikayat para urban, helicak merupakan gabungan kata dari “helikopt er” dan “becak”. Dijuluki demikian karena sekilas bentuknya memang mirip kedua moda transportasi tersebut. Pertama kali diluncurkan di pada Maret 1971, oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, Helicak diharapkan bisa menggantikan fungsi becak yang dianggap “tidak manusiawi”. Bentuk kendaraan ini laiknya becak:  penumpang duduk di dalam kabin dengan kerangka besi dan serat kaca yang ada di bagian depan. Penumpang dipastikan terlindung dari panas, hujan, maupun debu jalanan. Untuk kapasitas helicak hanya bisa ditumpangi oleh 2 orang dewasa. Sedangkan “sang...

Prof.Aiko Kurasawa (2): Jepang Berubah Setelah Sukarno Hina AS

Gambar
wancara bagian ke-2 arsipindonesia.com dengan Prof. Aiko Kurasawa, indonesianis asal negeri sakura PASCA berakhirnya Perang Dunia ke-2, hubungan Indonesia-Jepang bisa dikatakan sempat mengalami kevakuman. Kontak mulai kembali dilakukan pada 1951, saat dunia bisnis Jepang mulai membicarakan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengembangkan industri Indonesia dan guna mengimpor sejumlah komoditi kekayaan alam Indonesia yang diperlukan Jepang untuk pembangunan negaranya pasca perang. Pembicaraan resmi pertama antara kedua negara terjadi Tokyo pada Desember 1951 terkait pampasan perang. Perundingan tersebut berlangsung alot hingga 6 tahun kemudian kedua pihak menyepakati jumlah 223,08 juta dollar AS sebagai kompensasi. “ Pampasan perang itu dibayarkan selama periode 12 tahun dalam bentuk barang modal dan jasa…”tulis Masashi Nishihara dalam The Japanese and Sukarno’s Indonesia. Pembangunan Hotel Indonesia, Komplek Ganefo (kini dikenal sebagai Gelora Bung Karno dan Komplek DPR/MPR...

Inilah Kopi Jawa Yang Bikin Kecanduan Orang Eropa

Gambar
JIKA berkunjung ke Cianjur, anda akan menemukan tempat bernama Salakopi (ada juga yang bilang Selakopi). Kawasan yang masuk wilayah kota ini termasuk salah satu pusat keramaian. Ada mal besar dan kafe-kafe yang setiap harinya dipenuhi muda-mudi. “Salakopi memang tempat yang nyaman buat  kongkow-kongkow  sambil ngopi,” ujar Adam (31), anak muda Cianjur. Namun, tak banyak orang Cianjur tahu mengapa tempat tersebut bernama Salakopi. Seorang sepuh bernama Ohim (74) yang agak paham cikal bakal nama itu. Menurutnya, saat muda dia kerap mendengar bahwa zaman  baheula , Salakopi merupakan hamparan kebun kopi produktif. “Nama Salakopi itu sendiri katanya berasal dari dua kata: sela dan kopi, artinya di sela-sela tumbuhan kopi,” ungkap kakek lima cucu ini. baca juga :  Mitologisasi Wali Songo itu Ulah Belanda Bisa jadi keterangan Ohim itu bukan isapan jempol. Sebab, menurut sejarawan Jan Breman, Cianjur merupakan pemasok kopi terbesar untuk VOC (Kongsi Dagang Hind...

Sungguh Terlalu Kematian Jenderal yang Diasingkan

Gambar
Loyalis Presiden Sukarno itu tewas dalam kondisi kepala tertembus peluru. MALAM SEMAKIN LARUT di kawasan Jalan Prof.Dr.Soepomo, Jakarta. Jarum jam hampir menujukan angka sebelas, saat Atit melangkah menuju ruang kerja sang paman: Letnan Jenderal KKo AL(Korps Komando Angkatan Laut) Hartono. Maksud hati ingin berpamitan  untuk pulang ke rumahnya di Tanjung Priuk, namun apa daya   belum sempat meraih gagang pintu, gadis kecil belasan tahun yang masih duduk di bangku SMP itu tiba-tiba dikejutkan oleh suara tangan menggebrak meja, disusul oleh bentakan keras sang paman: “Saya hanya takut kepada Saptamarga!” Saptamarga adalah tujuh pasal yang harus dipatuhi oleh para prajurit TNI (Tentara Nasional Indonesia). Dalam setiap upacara militer, pasal-pasal itu kerap dibacakan dan menjadi pengingat bahwa mereka terikat pada sumpah tersebut. Alih-alih melanjutkan niatnya, Atit malah memutuskan untuk balik badan saja. Ia mafhum, sebagai seorang pejabat, pamannya itu pasti sedang sib...

Mitologisasi Wali Songo itu Ulah Belanda

Gambar
Usai menamatkan buku Ensiklopedia Islam, hati Agus Sunyoto tiba-tiba tersentak. Dalam buku yang diterbitkan oleh  Ikhtiar Baru Van Houve  tersebut, ia sama sekali tak menemukan satu pun kata yang menyebut Wali Songo. Ingatannya kemudian melayang kepada sebuah buku lain berjudul  Walisanga Tak Pernah Ada?  karya Sjamsudduha, yang pernah dibacanya beberapa waktu sebelumnya. “Saya pikir adalah ahistoris, kalau  ndak  mau saya bilang naif, saat kita membahas perkembangan Islam di Indonesia, sama sekali tidak menyebut nama Wali Songo”, ujar sejarawan kelahiran Surabaya, 57 tahun yang lalu itu. Istilah  wali songo  memang kadung dimengerti oleh sebagian besar masyarakat Islam Indonesia hanya sebagai mitologi. Itu setidaknya tercermin dari cerita-cerita yang berserakan di kalangan masyarakat yang hanya mengidentikan Wali Songo dengan soal-soal karomah, keajaiban dan realita supranatural yang kadang tidak terjangkau otak manusia mode...

INILAH AKSI DAN MISI PENCULIKAN PETINGGI REPUBLIK.!!!

Gambar
Yogyakarta, Maret 1948. Perintah itu datang begitu tiba-tiba. Selaku komandan pasukan yang saat itu ada di bawa wewenang Daerah Militer II, Kapten Solichin G.P. diinstruksikan oleh Gubernur Militer Wilayah II Kolonel Gatot Soebroto dan Menteri Negara Republik Indonesia Sri Sultan Hamengkubuwono IX untuk menculik seorang professor berinisial OE. “ Orang ini kata Pak Gatot dicurigai akan “mengacaukan” rapat Komisi Tiga Negara yang beberapa hari lagi akan diadakan di Kaliurang,” ujar Komandan Kompi 5 Yon Nasuhi (masuk Divisi Siliwangi) itu. Kapten Solichin lantas membentuk satu tim kecil untuk melaksanakan tugas tersebut. Mereka terdiri dari prajurit-prajurit andal dari Kompi 5, yakni Karli Akbar Yoesoef (komandan regu) Den Ucen, Ewiw, Ulo alias Surya dan Darmawan. Dengan menggunakan sebuah truk India Rice (truk yang dipakai untuk mengangkut padi bantuan pemerintah RI untuk India yang kala itu tengah dilanda bencana kelaparan), berangkatlah mereka ke Yogyakarta guna melaksanakan tuga...

Pahlawan Yang Terlupakan...! Sniper MAUT Dari Cianjur...Dalam DIAM, Menghabisi 11 Serdadu Inggris.

Gambar
anpa banyak bicara dan dengan gerakan kilat, ia membekuk salah seorang prajurit yang berjalan paling belakang, melumpuhkannya lalu merampas senapan Lee Enfield milik prajurit itu (Ilustrasi: Sniper membidik target).       LELAKI sepuh itu menatap dengan haru selembar foto tua yang ada di tangannya. Kedua matanya terlihat berkaca-kaca. Ia kemudian menyorongkan foto tersebut kepada saya dalam gerak perlahan. “ Ini satu-satunya peninggalan bapak yang saya miliki. Selain ini, semuanya sudah musnah dibakar tentara Belanda puluhan tahun lalu,” katanya dalam nada sedih. Mahkun Cipta Subagyo (70), nama lelaki sepuh tersebut, adalah salah satu putra Asmin Soetjipta alias A. Sucipta, pahlawan Cianjur yang namanya sudah terlupakan.  Secara pasti, Mahkun tak mengetahui tahun berapa Asmin dilahirkan. Ia hanya mengerti bahwa sang ayah bukan orang Cianjur asli namun merupakan seorang pendatang dari Rangkasbitung, Banten. “Ia mengembara ke Cianjur beberapa tahun sebelum ...